Pengambilan sampel otak anjing dilakukan untuk mendapatkan bagian dari otak (dasar cerebellum, hippocampus, cortex dan medulla oblongata)
sebagai bahan uji untuk pemeriksaan adanya virus rabies pada hewan tersangka.
Otak anjing diambil dengan cara sebagai berikut: kepala anjing yang telah mati
dipotong dengan menggunakan pisau tajam pada bagian lehernya (antara tulang
leher pertama dengan tulang kepala) sehingga terlihat foramen occipitale.
Dengan menggunakan sedotan limun (straw) berdiameter 5 mm, sedotan limun tadi
ditusukkan (sambil diputar-putar) ke kepala melalui foramen occipitale tadi
dengan arah ke bagian mata. Selanjutnya sedotan limun ditarik kembali keluar
secara perlahan. Pada ujung sedotan limun tadi akan diperoleh bagian jaringan
jaringan otak (dasar cerebellum, hippocampus, cortex dan medulla oblongata).
Bagian sedotan limun yang mengandung jaringan otak kemudian dipotong dan
dimasukkan ke dalam tabung gelas/plastik yang berisi bahan pengawet (formalin
atau 50% gliserin dalam PBS). Tabung tersebut kemudian diberi tanda (nomor
spesimen, jenis spesimen, spesies, bahan pengawet, lokasi dan tanggal
pengambilan, pemilik anjing dll). Tabung tadi kemudian disimpan dalam
boks/kotak dengan suhu dingin (berisi batu es), atau di freezer pada suhu -20 derajat C
sampai dilakukan pengujian. Untuk tabung sampel yang berisi bahan pengawet
formalin, boks/kotak penyimpanan tidak perlu dingin/berisi batu es.
No comments:
Post a Comment